Saturday, October 11, 2008

Kata Mereka

"Aku seneng kamu masih seneng flirting. Kupikir kamu udah jadi sufi sekarang. Seperti yang kamu tulis di puisimu dulu. Aku lebih seneng kamu jadi manusia, bukan malaikat." (W, Malaysia)

"Kamu tuh abnormal." (D, Solo)

"Tuh kan, mesti aja kudu aku yang ambil inisiatif. Bener kamu cakepan dikit ketimbang dulu pas di Jogja, tapi soal siapa yang harus nyapa duluan, kamu tetep aja sama." (F, Jogja)

"Panjenengan saestu mboten saged gemujeng nggih?" (P, kenalan baru)

"Nanang tuh emang gitu. Tampangnya sok serius. Ketawa aja serius. Makanya ga usah ikut-ikutan belajar filsafat." (W, saudara sepupu)

"Bener kamu dulu ga punya apa-apa, tapi kamu punya semangat. Punya keinginan. Itu yang bikin aku tertarik." (F, mantan kekasih)

"Nanang tuh hobinya ngilang." (W, somewhere only we know)

"Udah kerja?" (N, calonnya W, teman sekelasnya P yang mantanku)

"Kamu kiri." (H, rekan kerja di Kairo dulu)

"Pasti pikiranmu juga rada nyleneh ya?" (E, admin di tempat kerja sekarang)

"Mas Nanang tu kerjanya 24 jam ya? Kok ga pernah pulang?" (R, sepupu, 7 tahun)

"Dengerin The Panas Dalam juga ya?" (I, seleb blog)

"Bersama Nanang, saya kerap merasa bukan laki-laki." (I, orang susah lagi jomblo)

"Dia tuh onta, ga pernah makan tapi kalo minum air bisa habis segalon." (H, juragan saya)

"It seems like you know everything." (Y, teman minum kopi)

"Saiki kok rada ireng ngunu. Tapi resik kok. Eh, saiki kok tambah bunder. Mbok sit-up lho." (F, satu-satunya perempuan bukan muhrin yang nggelitikin saya)

"Masnya wartawan ya?" (Perempuan aneh, tahu-tahu nepuk saya dari belakang dan bilang gitu)

"Kamu kenapa sih mas? Kok sering senyum-senyum sendiri?" (F, istrinya juragan)

"Tambah ngganteng ae kon!" (M, partner in crime di Kairo)

"Nanang itu kesalahan sejarah." (B, tutor bahasa 'Amiyah, kakak tingkat di asrama dan al-Azhar)

"So far, kamu menarik banget lah." (M, fashionista dan pecinta rambut)

"Lama ga ketemu. Tambah gemuk ya?" (T, calon partner ngajar di UPT, sayang, batal)

Note:
Iseng-iseng saya kumpulkan komentar tentang saya sejak saya pulang ke Indonesia. Beberapa memang muncul atas permintaan saya. Sementara sebagian besar muncul dengan sendirinya. Untuk yang merasa tercantum namanya dan merasa ada distorsi kata-kata, silahkan protes. Daftar ini akan terus diperbaharui sampai saya males.

Update terakhir tanggal 201o2oo8

2 comments:

Anonymous said...

bagi saya semua orang itu abnormal e nang.

Nanang Musha said...

wah bung, kalo semuanya abnormal yo ndak bis dong. lalu "yang normal" di mana? kalo ga ada "yang normal" lalu "yang abnormal" bagaimana bisa ada?

mumet aku sama cara berpikirmu. hehehe...