Monday, March 5, 2007

Selamat Pagi

Selamat pagi. Bukan sebagai ritual ketika pagi menjelang, anggaplah ini semacam cara untuk menyatakan kesyukuran. Tak ada yang istimewa memang. Seperti biasanya, matahari masih nakal menelusupkan sinarnya melalui lubang angin di kamar. Seperti biasa, sesekali burung-burung mampir di jendela sembari bercicit-cuit riang. Yang berbeda, mungkin, sarapan kopi susu dingin ditemani beberapa potong roti. Berbeda? Iya. Biasanya aku menyeduh minuman hangat. Entah kenapa semalam aku kepikiran untuk membuat dua porsi sekaligus. Gelas kecil menemaniku melewati tengah malam, yang besar kusimpan di kulkas.

Selamat pagi. Sebenarnya aku masih ngantuk. Aku baru merebahkan diri di kasur sekitar dua dini hari. Untungnya bisa bangun tepat saat adzan subuh berkumandang. Seperti biasanya, menyalakan komputer lalu bersegera ke kamar mandi. Membersihkan tubuh seperlunya lalu balik lagi ke kamar. Seperti biasa, subuhan lalu membuka jendela lebar-lebar beberapa menit. Selesai menukar udara, ditutup lagi. Seperti biasa, duduk manis di depan monitor, melanjutkan pekerjaan, menunggu matahari datang.

Apa katamu? Pola hidup yang ritmis? Hahaha, bisa jadi begitu. Ritmis atau tak, bukan jadi soal untukku. Yang terpenting adalah bagaimana menghayati apa yang aku jalani. Iya sih, terjebak dalam rutinitas bisa sangat membosankan. Masalahnya, mana yang rutinitas dan mana yang tidak? Maksudku begini, ketika mendengar kata rutin, sebagian orang langsung mengaitkannya dengan kebosanan, dengan aktifitas yang itu-itu saja. Menurutku sih, itu hanya soal mind-set. Tergantung bagaimana seseorang menghayati proses yang sedang ia tempuh. Karena itu, kuucapkan selamat pagi. Bukan sekedar sapa, anggaplah ini semacam doa. Siapapun kamu, di manapun kamu berada sekarang, bisa menikmati proses yang sedang kamu tempuh.

Hmm, aku jadi ingat mbak Hera, guru saat aku di asrama dulu. Setiap kali masuk kelas untuk ngabsen, selalu saja berucap selamat pagi. Padahal dia hanya masuk kelasku saat tutorial sore. Apakah mbak Hera lupa waktu? Ngakunya sih tidak. Dia bilang begini, pagi adalah waktu untuk memulai beraktifitas, karenanya saya mengucapkan selamat pagi, agar kalian semangat. Duh, filosofinya sih boleh juga, tapi buat kami yang sudah masuk kelas sejak jam tujuh sampai setengah dua, lalu masuk kelas lagi setengah tiga sampai jam lima? Capek dong mbak, please deh.

Selamat pagi. Aku mau mandi.

2 comments:

Anonymous said...

selamat pagi.
ketika kau buka jendela kamarmu,
apakah kau jumpai aku?

Mochtar Han said...

selamat pagi, aku adalah tombol power di komputermu... menulis atau main empire, kamu ? :)